Pemerintah Bangun 10 Pabrik Gula


Kementerian Pertanian dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara berniat membangun sepuluh pabrik gula besar. Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Natsir, investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai Rp 42,5 triliun. 

"Meski berisiko tinggi, pembangunan pabrik gula mendesak. Sebab, dari 52 yang ada, hanya sepuluh yang beroperasi dengan baik," kata Gamal dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Pertanian, Selasa, 18 November 2014. (Baca: Kurang Bahan Baku, 4 Pabrik Gula Rafinasi Tutup

Gamal menuturkan sepuluh pabrik gula tersebut akan berada di daerah pengembangan tebu nasional, antara lain Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Papua. Setiap pabrik diharapkan mampu berproduksi hingga 30 ribu ton tebu per hari (TCD). Gamal berjanji akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dalam membangun pabrik ini. Koordinasi yang dilakukan, antara lain, berupa kemudahan perizinan, penyediaan modal usaha lahan tebu, penyediaan kredit program, pemberian modal usaha dan insentif, serta pengaturan zonasi bahan baku. 

Selain membangun pabrik baru, Kementerian Pertanian juga berencana merevitalisasi 42 pabrik gula yang saat ini berproduksi di bawah standar 6.000 ton tebu per hari. Gamal bahkan berniat menggabungkan 33 pabrik tua menjadi sepuluh pabrik gula besar dengan rendemen minimal 9 persen. "Kebanyakan pabrik gula dibangun sejak zaman kolonial dan tidak pernah direvitalisasi," ujarnya. Adapun pembangunan ini, kata Gamal, bertujuan meningkatkan produktivitas tebu dari prediksi 2.950.099 ton gula hablur pada 2015 menjadi 3.038.684 ton gula hablur pada 2017. Gamal berharap produksi dapat mencapai taraf swasembada gula pada 2017.

*)Sumber : Tempo

Cari Berita